Kerajaan Linge

Kerajaan Linge berasal dari Kerajaan Rum atau Turki, asal kata Linge berasal dari bahasa Gayo yang berarti Leng Nge yang artinya suara yang terdengar. Raja Linge I ini beragama Islam bernama Reje Genali atau Tengku Kawe Tepat (Pancing yang lurus dalam bahasa Acih) atau Tengku Kik Betul (pancing yang lurus dalam Bahasa Gayo).

Agama Islam yang dianut bisa dililhat dari bendera Kerajaan Lingë tersebut, dimana ada Syahadat di atas benderanya dan di bawahnya bernama 4 sahabat nabi, sedangkan warnanya belum diketahui karena sudah kusam, antara merah dan putih (bendera ini masih bisa dilihat dan disimpan di daerah Karo, sebagai pusaka dari anak salah satu Raja Linge yang pergi ke Karo).

Raja Lingë mempunyai 4 anak, 3 laki-laki dan satu perempuan. seorang perempuan bernama Datu Beru, dan ketiga anak laki-lakinya bernama Djohan Syah, Ali Syah dan Malam Syah.

Ketika besar khusus anak laki-lakinya akan disunat seperti halnya ajaran Islam, anak yang ke-3 bernama Ali Syah tidak bisa disunat karena kemaluannya tidak dimakan pisau. Hal ini tentu saja membuat malu. Hal ini menyebabkan ia meminta ijin kepada Raja Linge untuk pergi ke daerah Karo.

Walau pada mulanya Raja tidak mengijinkan namun akhirnya dengan berat hati sebelum kepergian mereka dibagikan pusaka untuk anak laki-lakinya yaitu Koro Gonok, Bawar, Tumak Mujangut, Mernu dan elem (Bendera Pusaka). Sedangkan Datu Beru memegang kunci khajanah Kerajaan Linge.

Posting Komentar

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama